Manvasanai
Hujan,
hujan menjelma festival
menjelma karnaval, dan
pada uap hangat teh yang
membumbung mengejar
impian-impiannya sendiri,
menuju bintang-bintang yang
tak dapat kaulihat tetapi
ada, selalu ada,
kusisipkan pula harapku agar
pula terbang, terbang, tak
terhalangi langit-langit,
rintik air dan
hembus angin di sela
awan
Pergilah, pergi tinggi dan
jauh pada semesta yang
menunggumu, sampaikan
bahwa aku masih berlari
bernyanyi di
antara
riuh hujan,
hujan yang menjelma festival
menjelma karnaval.