Raih
Raih
juga meski bersimbah darah
tanganmu, tak apa
tak apa, tidak ada
pencapaian bersandar sekedar
keberuntungan,
tidak
pantas, tidak layak,
tidak patut!
Raih
walau gemetar hatimu meminta
sudah cukup hidup yang
begini saja, yang
sehari-hari saja:
Lawan!
Tidak cukup engkau sendiri
yang hidup nyaman, karena
pada tiap-tiap ilmu yang
bersemayam di otakmu adalah
mereka-mereka yang
bergantung berharap
membutuhkanmu, kepalanya
sendiri telah
penuh oleh asap polusi, tumpukan
kertas-kertas segala apa dan
rupa-rupa bagaimana
menyambung hidup
esok hari
Raih!
Kejar dan laju, jangan hanya berani mati
di garis awal tanpa pernah
berlari