Arsip untuk kategori ‘Reinterpretasi’
Kiss Me
Pada setiap
malam, bersisian bersama
hijau, hijau padang rerumputan
dan setapak yang berputar-putar
sepatu yang sama, gaun
yang sama
Di antara
temaram senja, bawa
-ku pada lantai yang bermandi sinar
rembulan, angkat
tanganmu: minta mereka
mulai bernyanyi hingga
kunang-kunang pun
menari
Di bawah
rumah pohon yang tak
lagi berpenghuni, ayunkan
tubuhku pada ayunan rodanya
bawa, bawa pula topimu
mari berlari telusuri jejak-jejak pada
peta
tuamu
oh di antara
temaram senja
dan gemerlap
perak
rembulan…
Pada Panggungmu Berpijak
Pada satu musim panas, tersadar engkau tentang
sayap-sayap yang tak pernah ada di punggungmu
dan hari itu engkau mengerti
tentang mimpi-mimpi lama yang harus mati
untukmu tetap berpijak di bumi ini,
saat ini
Tak lagi akan teraih:
rembulan, gemintang, kaupahami mereka
di luar rentang tanganmu
dan kau tahu pasti di mana engkau berdiri
Tanpa sanggup untuk terbang, melangkahlah, melangkahlah
Saat kita jumpai lagi rintang asa akan kugenggam
jemarimu, dan kala harus kau paksa tawamu untuk
lalui sesaknya malam
aku akan tetap
bernyanyi untukmu,
Lu la la
Majulah, teruskan, juga ketika engkau
tanpa arah, tanpa kebenaran di sisimu
karena tidakkah kau lihat?
Pada tempatmu berpijak, jalanmu merekah menyebar
tiga ratus
enam puluh derajat:
jalanmu,
semuanya.
Di ujung kesepianmu, pada perhentian
untukmu mengambil sekedar minum dari
bekalmu, telah tertera jumpa dan
perpisahan pada
sinar wajahmu
Dan untukmu yang selalu mengharap, “andai
aku seorang yang lebih baik
hati”
tiap engkau mengamati tangis mereka
yang berlalu, kukatakan padamu
sesungguhnya engkau pemilik
sebaik-baiknya
hati
Demi tiap pecahan doa yang kau
percayakan pada tiap langkah kakimu:
berteriaklah pada dunia
berbanggalah karena engkau
telah sanggup sampai
di sini
Sebenar-benarnya cahaya di matamu akan
kembali, selagi engkau terus berjalan
dan memunguti tiap-tiap
kerikil yang meluka
menjatuhkanmu
Engkau, setitik debu, namun juga
pusat semesta yang
meluas
tanpa batas
Mimpi-mimpimu yang mati untuk
melindungimu, lihatlah, mereka mengawasi
langkahmu dari singgasana mereka di
akasa, pula saat engkau lemah
mereka akan tetap
bernyanyi untukmu,
Lu la la
Rembulan itu, bersama gemintang
tetap akan menyinari panggungmu, maka
berteriaklah pada dunia,
berbanggalah karena engkau
ada
di sini
Cahaya itu tetap bersamamu, di hari-
hari engkau kehilangan arah, di hari-
hari kebenaran tak berpihak padamu
karena tidakkah kau lihat?
Pada panggungmu berpijak, setia ia menerangi
tiga ratus
enam puluh lima hari:
waktumu,
seluruhnya.
Bump of Chicken – Stage of the Ground
Where Should I Seek
I can feel it, I just can
the way I take a look at you
yet I can’t, I just can’t
read what happened to you
because your smile
is different
so if you’d be so kind, oh do
let me know
Yes you can, you can always
trust me
there’s no way, simply no way
I’d let you cry alone
That I’m sure you know
so for now just let
your heart speaks
Where, oh where should I seek
It’s getting impossible for me
to see you like this, powerless and
feeble
so where should I seek
that smile of yours, and
that shine in your eyes?
For now we simply wait for the time
to decide, and if you can’t
find the patience
there’s only one thing I’ll say:
don’t you just stay there
on your own, I’ll be with
you
even if we both will just
sit
in silence
Where, oh where should I seek
It’s getting impossible for me
to see you like this, powerless and
feeble
so where should I seek
that smile of yours,
that shine in your eyes?
Tak Bisa Biasa, Letto (Lirik)
I like this song.
Gorgeous
Heaven swirls around right
in front of me, by the time
I take a look at your peaceful
look, your
serene heart
There’s no way I can stop
admiring you, the
gorgeously created you.
That I could never, I will never
stop loving you
that I could never, I will never
stop caring about you
and that’s all I am
the way I am
how I will ever be
the way I am
I will leave my desire to walk away,
because I’d rather hold you
stay by my side, be the perfection
in my life
There’s no way I can stop
admiring you, the
gorgeously
created
you.
Elok, Padi (Lirik)
The Postponed
Here, on my own
taking a good look at my
life
This is not what I dreamed of,
while my wickedness spreads just the way
they see it, just the way
they know it
This reality is cornering me,
demanding me, this I can’t defend
blinding me from any grace
awakening my fear,
questioning my desolation
How I wish to
find love, to let go
This blurry images I feel, my
reality is nothing,
nothing but
bitterness
Bitterness.
Sesuatu yang Tertunda, Padi (Lirik)
Profundity
Ah, how
much this meant to me
sharing all this burden
with you, dear
friends
The wings of my thoughts
you kept aflutter, beyond
spaces and time
awakening my soul from
its deep, deep
slumber
You are right, oh so
right, that
life simply must go
this way
The wings of my thoughts
you kept aflutter, beyond
spaces and time
awakening my soul from
its deep, deep
slumber
And so my life
is engraved
deeper,
better.
Menjadi Bijak, Padi (Lirik)
Here Without You
Rise and shine, another
new day
chasing the only dream, the one
sleeping deep within my soul
while the world turns around, taking
me away
As I turn around, counting my
every footsteps, each of them flying
way too fast, leaving me here
in my own solitude
I simply wouldn’t want to be here
without you, waiting for the time to
take me towards
the very place
I couldn’t reach on my own
I’ve seen way too many
afflictions, hardships, bringing me
to my demise
But in the end, they’re just
a neverending part
of my life
I simply wouldn’t want to be here
without you, waiting for the time to
take me towards
the very place
I couldn’t reach on my own
without you.
Di Sini Tanpamu, Padi (Lirik)
Save My Soul
Dan di sudut kamar ini lagi, aku
menatapi mentari yang beranjak pergi
dan bayangan-bayangan merayapi lantai
dan
tangisku
Dan renyai hujan melingkupiku, bersama
duka lara yang tumbuh perlahan di
jiwaku, dalam ketidakpastian aku
mencari-cari
persembunyianku
Maka kemanakah semua cahayaku?
Karena hanya dengannya aku bisa
berlari pergi
Dan dalam tiap nafasku kupanggil
namaMu, beri aku kekuatan hingga dapat
kutolong
jiwaku
Dan benakku terus memaksa untukku
bertahan, menjadi lelaki,
lelaki
namun tetap aku bertanya-tanya adakah
jalan itu
yang membawaku pada
cahayaMu, pada
Cinta
Maka kemanakah segala cahayaku?
Karena hanya dengannya aku bisa
berlari pergi
Dan dalam tiap nafasku kupanggil
namaMu
Dan dengan tiap hembusnya aku berharap
menemukan jalan untuk
menolong
jiwaku.
Save My Soul, Padi (Lirik)
For an Answer
That I could never hold your heart,
that I could never touch you
and by the shivers on my footsteps,
your love
fills my days with hope, yet
you kept your
silence
That with my every wish
I want to hold you, all
my hope to love you
and with my every wish I will
wait, for
an answer
for you to be mine
Oh,
how this longing silences me
and by the time as it passes by
here I find myself hanging on
my dream
That with all my sincerity
I want to hold you, all
my hope to love you
and with my every wish I will
wait, for
an answer
for you to be mine
That I simply could never
hold your heart,
that I could never touch your
love
Menanti Sebuah Jawaban, Padi (Lirik)
Himne Tokyo
Inilah kota dengan
langit dan buminya sendiri,
maka bagaimana ia berbeda dengan tempat
engkau dibesarkan?
Dengan apa engkau membedakannya?
Karena kurasa engkau telah diajarkan semua itu
semenjak hadir di sini
Bukankah semua tipu daya, segala dingin yang
membekukan, dan bintang-bintang yang tak dapat
engkau liat adalah rentet permasalahan, deret
pembalasan untuk semua yang engkau perbuat
di sini, segala yang kau mulai dan kau akhiri
di sini?
Untuk apakah dulu engkau datang kemari?
Untuk siapakah itu?
Lewat jalan yang sama, pada rel kereta yang sama
engkau dapat selalu pulang, namun
seberapapun engkau berontak dan melawan
tinggal kota ini yang engkau kenal,
tempat tersimpan impianmu yang tertinggal
Dahulu,
mereka selalu ada dalam jangkau lenganmu,
yang kau cinta dan kau benci
kini,
apakah engkau masih peduli?
Karena kurasa engkau telah sadari semua itu
semenjak hadir di sini
Di manapun engkau berada
tak ada yang berubah darimu
terpisahkan dari mereka dan dari dirimu sendiri
engkau
tetaplah
hidup!
Seberapapun engkau dipilih dan dijauhi
tinggal kota ini yang engkau miliki,
tempat hidup dirimu yang tak dapat lagi
kembali pulang
Bukankah selalu ada banyak dusta di manapun?
Dan tidakkah kau segera merasa bosan apabila
bintang-bintang itu nampak sepenuhnya?
Di antara semua yang kau lewati
hari ke hari, kurasa tidak sedikit yang datang
kemari dengan alasan serupa denganmu
Apakah yang dulu membuatmu kemari?
Siapakah yang memutuskan semuanya untukmu?
Sejatinya bumi dan langit ini tak terpisahkan,
juga masa lampau dan ke depanmu
seberapapun engkau berontak dan melawan
tinggal kota ini yang engkau kenal,
tempat berlanjutnya impian lamamu kala itu
Seberapapun engkau dipilih dan dijauhi
tinggal kota ini yang engkau miliki,
tempat hidup dirimu yang tak dapat lagi
kembali pulang
tinggal kota ini yang engkau miliki,
jalan pulang menuju kampung halaman
tempatmu dulu
tumbuh dan dibesarkan.
Bump of Chicken – Tokyo Sanka (Translasi)
Tokyo
Dan hari ini harus kutinggalkan
kamar tua ini, meski hatiku belum lagi
meyakini
jalan yang kupilih
Di atas bis tua menuju stasiun
kukirimkan pesan-pesan terakhir
pada sahabat-sahabat; pun kucoba
menghubungi seseorang
sesampaiku di sana
Namun semuanya telah terasa
sedemikian berbeda
Bersamaku hanya
gitar tua ini, meninggalkan
sisa jejak hidupku yang lama
Berputar-putar dalam hatiku kenyataan
bahwa selalu harus ada yang
kutinggalkan
untuk mendapatkan
segala apa
Tak bisa kuberbuat apa dalam takutku,
jadi kupadamkan dia dalam impian-impian
keretaku berangkat
dan tangisku
meluruh
Kupandangi kehidupan kotaku yang
tua, kuharap takkan pernah berubah,
juga untuk lelaki yang memberiku
gitar ini, yang bercerita padaku
tentang pedihnya
Tokyo
Namun aku toh telah berhenti bertanya, jadi
biarlah pada akhirnya aku hidup bersama
kesalahan kegagalanku
Bahwa di sana pencakar langit itu terus saja
menghalangi mentari pagi
Kalaupun kutahan airmataku hari ini
bukankah esok terus akan menghantui?
Sejauh ini aku hanya mengerti bahwa
aku tak pernah sanggup memilih
semua hal yang benar
YUI – Tokyo
(Lirik & Translasi)
Pengejar Komet
Pukul dua, di persimpangan kereta, teleskop di genggaman
dan radio di pinggangku berjanji: hujan belum akan datang lagi
Lewat dua menit engkau datang, membawa begitu banyak peralatan
ayo kita mulai, bisikku, kita kejar komet itu!
Terlampau sulit untukku menjaga kita dari gelapnya malam
terlebih untuk menggenggam jemarimu yang menggigil
Lewat teleskop itu kita cari yang tak kasatmata
meski suara-suara menembusi sunyi antara kita:
masa depan yang memanggil-manggil, tak sekalipun kita
dengar, karena hanya komet “hari ini” yang kita cari
Kala itu kita mencari dan mencari
tentang apa itu bahagia, di mana dapat kita tinggalkan derita
tempat yang kita cari: dari awal hingga mati
ayo kita mulai, ajakku, kita kejar komet itu!
Dan aku mengingat semua yang kita temukan,
sesalku tak sanggup menggenggam jemarimu yang menggigil
Lewat teleskop itu kita cari yang tak kasatmata
kukejar nyala di kejauhan itu, untuk kalahkan gelap ini
dan masih kusimpan pedihku sejak saat itu
Hingga kini, kukejar komet “hari ini” sendiri
Dan aku mendewasa, dengan segala yang ingin kuucap padamu
Surat-surat yang menumpuk tinggi, tak satupun terkirimkan
“Masalah datang dan pergi, namun aku baik:
Tetapi sejujurnya, ada satu yang masih kuingat…
Tentang hari itu, kala hujan datang membantah ramalan
Saat aku tak sanggup menggenggam jemarimu yang menggigil.”
Lewat teleskop itu kuhindari yang kasatmata
dan aku berlari pulang: dalam gelap, dalam sunyi
terus kujalani hidupku, tetap dengan sesal yang sama
Hingga kini, kukejar komet “hari ini” sendiri
Lewat teleskop itu aku mencarimu lagi
pukul dua pagi, di persimpangan kereta yang sama
ayo kita mulai, ajakku, meski kau tak datang dua menit lagi
(Namun) tetap kita kejar komet itu,
bersama
Tentai Kansoku – Bump of Chicken
(Lirik & Translasi)
Whilst the Stars Glimmer in the Sky
Whilst the stars glimmer in the sky
Yearning for my dearest beauty, I shan’t deny
And towards the clouds I’ll be questioning
of your whereabouts, of your wellbeing
All your promises I still hold dear,
regardless all the numbness so severe
even yesterday’s stars know, sweetheart,
my love shall never fall apart
Will you keep still the remembrance of your vow,
to which the love, the clouds and the stars allow?
Whilst the stars glimmer in the sky
my dear beauty, hear my heartbeat cry
my elegy, overflowing the dead of this night
longing for the full moon to come alight
Yen ing Tawang ono Lintang
(Lirik & Translasi)
Gemuruh
Musimpanas itu digenggamnya tanganku,
payung kecil memayungi
sementara mendung menggantung menemani kami
menjalani setapak itu.
“Setiap kita menjalani semua ini
sendiri,” ujar ibuku berulang,
“tanpa dapat berbalik kembali.”
Terlalu muda untukku bisa
menjawabnya, dan tak sampai lama
telah lelap aku di punggungnya,
tanpa duka
tanpa tangis.
Dan gema gemuruh di kejauhan seperti
mencoba menunjukkanku apa yang
akan segera terjadi.
Maka terbukalah pada mata hatiku,
ketika kudatangi engkau kala itu:
di saat engkau terjatuh dan menyisihkan
tangis terakhirmu
Tentang perasaanmu,
aroma musimpanas kala itu…
Enrai – Do As Infinity (lirik dan translasi)